Menentang “Dahsyatnya Otak Tengah”

Buku ini adalah Buku sakti.”

(Haryanto, Dahsyatnya otak tengah, hal 6)

Kita akan membahas buku yang sangat “Dahsyat” berjudul “Dahsyatnya otak tengah”. Kenapa Dahsyat? Buku ini begitu dipercaya dan dijadikan rujukan oleh banyak sekali artikel, website, dan buku buku “aktivasi otak tengah” yang bermunculan di Indonesia meskipun berasal dari sumber yang “tidak ada” (tidak dijelaskan/dicantumkan). Tanpa sekali pun mengkritisi validitas keterangan dalam buku ini, banyak buku dan artikel yang mengutip buku tersebut dan justru terkesan mem’validkan’ segala hal tentang otak tengah dari buku tersebut. Bisa dibilang, dari semua fenomena aktivasi otak tengah, buku ini menjadi sumbernya, menjadi sentralnya….atau kata orang Betawi, biang keroknya.

Dahsyatnya Otak Tengah

Dahsyatnya Otak TengahJadikan anak anda CERDAS saat ini juga

Penulis : Hartono Sangkanparan

Tahun terbit : 2010

Penerbit: Visi Media, Jakarta

BUKU PERTAMA DI DUNIA

Sebelum buku ini diluncurkan tidak ditemukan satupun buku rujukan ilmiah di dunia ini yang menjelaskan mengenai “potensi luar biasa otak tengah”. Tidak ditemukan referensi manapun atau setidaknya judul buku manapun (bahkan di katalog buku sebesar amazon) yang mengindikasikan pembahasan mengenai dahsyatnya potensi otak tengah. Buku pertama di dunia yang khusus membahas potensi luar biasa otak tengah ini justru ditulis di Indonesia oleh orang yang sama sekali tidak memiliki background science, dan secara janggal tidak dilampiri informasi mengenai referensi ilmiah manapun tentang manfaat aktivasi otak tengah. Sesuai keterangan penulis dihalaman akhir buku tersebut, Hartono adalah pekerja di bidang IT dan lulusan sarjana informatika. Ini sama mencengangkannya ketika ada seorang koki mengaku menciptakan mesin waktu dengan teori kuantum. Anda bisa membaca buku tersebut untuk sekedar membuktikan bahwa fakta-fakta tentang manfaat otak tengah yang tertulis, sama sekali tidak berlandaskan referensi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Lalu darimana Hartono menulis klaim klaim bombastis tersebut? Karena sejauh ini tidak ditemukan satupun referensi yang tertulsi di bukunya maupun petunjuk mengenai buku/artikel ilmiah tersebut di jagat web, maka kita dapat berasumsi bahwa Hartono sendirilah yang mengarangnya. Diduga buku ini sengaja ditulis untuk dijadikan “landasan” bagi aktivitas aktivasi otak tengah mengingat Hartono adalah Petinggi GMC yang memegang otoritas wilayah Australia. Buku tersebut juga “direstui” oleh Donny Satiya Pimpipinan GMC tertinggi di Indonesia dan David Ting Pemegang lisensi GMC Internasional dengan menulis kata pengantar di buku tersebut. Salah satu petunjuk lain yang mengarah pada kesimpulan bahwa Hartono mengarang sendiri teori ilmiah tersebut adalah mengingat fakta bahwa GMC internasional sebagai pionir dan penemu metode BFR bahkan tidak menerbitkan satupun buku tentang otak tengah. David Ting sebagai pelaksana aktivitas GMC International sendiri diduga kurang mengerti dasar teori dari produk yang dia temukan sendiri. Hal ini diperkuat tulisan David Ting yang cukup “aneh” di buku tersebut. Berikut kutipannya:

Riset tentang otak tengah merupakan topik yang manarik perhatian seluruh dunia sekarang ini. Saya sangat senang membaca dan meneliti isi buku ini. Saya menemukan banyak informasi yang berguna dan sangat praktis mengenai aktivasi otak tengah di dalam buku ini. Ini adalah sebuah buku yang sangt Bagus.”

(David Ting, Bapak Aktivasi Otak tengah Indonesia, GMC International Malaysia)

Cukup “aneh” mengingat seorang trainer aktivasi otak tengah internasional justru belajar banyak dari buku yang baru ditulis tersebut.

Hampir semua buku tentang otak tengah yang terbit di Indonesia menjadikan buku Ini sebagai rujukan. Ini merupakan buku pertama yang membahas mengenai dahsyatnya aktivasi otak tengah dan secara tidak langsung mewakili GMC (Genius Mind Consultancy) sebagai pionir aktivasi otak tengah.

Tidak memiliki sumber referensi yang terpercaya

Dalam buku tersebut tidak ada satupun sumber informasi yang dapat diverivikasi tentang manfaat otak tengah. Sumber mana yang mengatakan otak tengah adalah penghubung otak kiri dan otak kana? Sumber mana yang mengatakan otak tengah berfungsi sebagai antena pemancar? Pada lembar pustaka tak ada satupun buku yang mengupas tentang otak tengah kecuali “Buku Panduan Pengaktifan Otak Tengah” dari GMC dengan penulis “anonim”. Untuk buku sepenting ini sangat fatal jika tidak jelas penulisnya. Mari kita simak daftar pustaka buku tersebut:

Anonim, Buku Panduan Pengaktifan Otak Tengah, Genius Mind Consultancy Indonesia

Faber, Adele dan Elaine Mazlish, How to Talk so Kids ill Listen & Listen so Kids will Talk, Avon Books, 1980.

Gardner, Howard, Kecerdasan Majemuk, Jakarta: Interaksara, 2003

Kiyosaki, Robert T. dan Sharon L. Cechter CPA , Rich Kid Smart Kid, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002

Sichida, Makoto, Ed., The Mystery of The Right Brain, Jakarta: Elex Media Komputindo 2003

Untuk buku sedahsyat itu, yang merupakan buku pertama di Dunia yang membahas potensi dahsyat otak tengah, sangat mengherankan bahwa dalam daftar referensi yang hanya berjumlah lima, tidak terdapat satupun buku ilmiah tentang otak tengah. Justru hal hal terpenting dalam buku tersebut seperti manfaat aktivasi otak tengah, kemampuan otak tengah sebagai super controller, kemampuan otak tengah menghubungkan otak kanan dan kiri, tidak jelas sumber informasinya. Ini mengindikasikan bahwa Hartono sendirilah yang mengarangnya.

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa sebagai penulis Hartono tidak memiliki backgound syaraf,neurology, atau disiplin ilmu lain sehubungan dengan anatomi tubuh. Hartono adalah lulusan informatika dan bekerja di bidang IT dan SDM sesuai biografi dalam buku tersebut. Selain motif bisnis, adakah alasan bagi seseorang untuk mengarang informasi tidak berdasar seputar fungsi suatu organ tubuh?

Bertentangan dengan ilmu syaraf modern

Berikut adalah premis yang dicoba dijelaskan dalam buku tersebut:

A: Otak tengah menghubungkan otak kiri dan kanan

B: Otak kiri dan kanan yang terhubung akan menyebabkan keseimbangan

C: Keseimbangan otak kiri dan kanan dapat menimbulkan manfaat D, E, F, dan seterusnya.

Maka dari itu jika terjadi A maka akan menyebabkan B dan C.

Sebagian besar dari isi buku tersebut menceritakan efek D, E, F, hingga Z.

Bagaimana jika A Tidak Terjadi? Terlebih lagi bagaimana jika A adalah salah? Berdasarkan logika tersebut tentu efek D, E, F dan seterusnya tidak akan mungkin terjadi. Kalaupun itu terjadi maka bisa dipastikan karena faktor lain.

Kenyataannya, pernyataan A memang salah. Otak tengah bukanlah penghubung otak kiri dan otak kanan. Otak tengah terletak di antara otak depan dan otak belakang dan sama sekali tidak menghubungkan otak kanan dan otak kiri. Penghubung otak kanan dan otak kiri adalah corpus callosum. (Armand Yurisaldi, Misteri Otak Tengah 2010) Pernyataan ini bahkan diakui oleh Lembaga Pesaing Bisnisnya Mesenchepalon Activation Program (MAP).

Selain itu anda bisa menemukan definisi lengkap dari otak tengah dengan cara anda sendiri. Cara paling mudah adalah melakukan pencarian google mengenai midbrain, lalu memilih sumber terpercaya.

DEFINISI “OTAK TENGAH”

Kita tentu harus menyamakan persepsi apa yang disebut sebagai otak tengah dalam buku ini. Berikut definisinya pada halaman 98:

Otak tengah adalah ujung batang otak, letaknya berada di tengah otak. Nama medis untuk otak tengah adalah mesenchepalon.

Dari informasi tersebut sudah jelas bahwa kita sedang membicarakan hal yang sama sesuai definisi yang tertera di buku ini.

Setelah mengetahui dengan pasti definisi dari otak tengah (mesenchepalon) mari kita simak klaim klaim luar biasa berikut ini tentang aktivasi otak tengah:

Otak tengah (mesenchepalon) menghubungkan otak kiri dan kanan.

  • Otak Tengah merupakan super controller yang dapat mengatur keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Sayangnya, otak tengah kebanyakan orang dalam keadaan tertidur. (tidak aktif). (Hal 9)

  • Keuntungan yang paling terasa pada anak-anak yang telah diaktivasi otak tengahnya adalah otak kanan dan kirinya semakin seimbang. (hal 31)

  • Otak tengah akan menyeimbangkan perkembangan otak kanan dan otak kiri (hal 28)

  • Hanya orang-orang yang dominan otak tengahnya yang dapat mengontrol otak kanan dan otak kiri sekaligus (hal 36)

Kenyataannya midbrain TIDAK menghubungkan otak kanan dengan otak kiri (simak bab 3 mengenai otak tengah yang sesungguhnya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa ini berarti otak kanan dan kiri tidak akan pernah seimbang jika kita mengaktifkan otak tengah. Terlebih lagi, otak tengah sudah dalam kondisi aktif (berfungsi baik dan tidak bisa lebih baik lagi) sejak kita lahir. Jangankan tidak aktif, jika ini terganggu saja maka akan menyebabkan gangguan kesadaran. Kita bisa membuktikan hal ini dengan mencocokkan definisi dan keterangan tentang otak tengah/midbrain/mesenchepalon kepada literatur tentang otak.

Kontradiktif

Berikut adalah beberapa kontradiksi yang dapat ditemukan dalam buku tersebut:

  1. Inkonsistensi batas kemampuan “Melihat dengan Mata tertutup.”

Buku ini mengandung kontradiksi yang sangat parah menyangkut pertanyaan: Sejauh mana kemampuan melihat dengan mata tertutup yang bisa dicapai?

Dalam Tanya jawab seputar Otak tengah pada halaman 97 disebutkan pernyataan berikut:

Dapatkah seseorang melihat menembus baju dan melihat setiap orang telanjang dengan mempergunakan gelombang otak tengah?

Tidak. Meskipun otak tengahnya telah diaktivasi, seseorang tidak dapat melihat menembus baju. Sebenarnya otak tengah bukan seperti x-ray yang mampu menembus baju. Apa yang bisa dilihat oleh mata, dapat dilihat oleh otak tengah. Dan apa saja yang tidak dapat lihat mata, juga tidak bisa dilihat oleh otak tengah. (hal 97)

Apa yang tidak dapat dilihat dengan mata terbuka juga tidak dapat mereka lihat (hal 58)

Ini menjadi patokan dan digunakan juga di beberapa website untuk menjawab pertanyaan serupa. Sementara itu, dalam halaman lain di buku yang sama tertulis kemampuan pada level 2 (halaman 69) secara terperinci dijelaskan hal hal sebagai berikut:

  • Melihat di kegelapan

  • Bisa melihat dari balik dinding

  • Melihat benda dalam kotak

Penjelasan luar biasa dalam hal tersebut digunakan sebagai pembenaran atas munculnya video video dan rumor yang beredar bahwa ada seseorang yang mampu menebak uang dalam amplop, menebak benda dalam kotak, dan lain sebagainya.

Hal ini jelas menentang apa yang dia tulis sendiri yang mengatakan bahwa “Sebenarnya otak tengah bukan seperti x-ray”. Ini sungguh sungguh hal yang bahkan tidak akan mampu mereka jelaskan sendiri. Jika gelombang dapat melewati tengkorak manusia dan melewati kain penutup mata, mengapa gelombang tidak mampu menembus baju yang notabene terbuat dari kain juga? Kenapa seorang anak bisa mengurutkan kartu dengan mata tertutup dimana kartu tersebut terbuat dari kertas namun tidak mampu melakukan apa apa ketika mata ditutup kertas? Di satu sisi, buku ini menawarkan kemampuan kemampuan yang belum pernah dicapai sebelumnya. Lalu darimana mereka tau bahwa level ini bisa dicapai? Disisi lain, orang sering kembali berpegang teguh pada bagian “Sebenarnya otak tengah bukan seperti x-ray” ketika masuk ranah pengetesan.

  1. Inkonsistensi penghubung otak kiri dan kanan

Sejak halaman awal, buku ini mendengungkan fungsi otak tengah sebagai jembatan otak kiri dan kanan yang sekarang kita ketahui bukanlah fungsi sebenarnya dari otak tengah. Pada halaman 15 dijelaskan bahwa jembatan yang sesungguhnya adalah corpus callosum:

Corpus callosum ini adalah jembatan komunikasi neuron di otak. Bagian otak ini merupakan penghubung antara otak kiri dan otak kanan. “

Secara menarik, dua paragraf selanjutnya membahas pentingnya peran sebuah jembatan dalam hidup ini. Namun paragraf ke tiga secara ajaib men-switch “corpus callosum” dengan “otak tengah” seolah dua hal tersebut adalah sama. Singkatnya, logika pembahasan tersebut tampak dalam ilustrasi berikut:

Carpus callosum adalah jembatan otak kiri dan kanan.

Jembatan berfungsi baik jika lalu lintasnya banyak.

Kita bisa memperbanyak lalu lintas di otak tengah dengan latihan.

Terlihat disana bahwa pembahasan mengenai Carpus Callosum tiba tiba saja menjadi otak tengah (mesenchepalon). Lalu siapa sebenarnya jembatan otak kiri dan otak kanan?

Dua organ tersebut tidak bisa dianggap sama. Otak Tengah (mesenchepalon) dan Corpus Callosum merupakan dua organ yang berbeda.

 

  1. Argumentasi Penjudi Ulung

Ini poin yang sangat menarik bagi anda yang memiliki perspektif bisnis. Simak petanyaan pada halaman 103 berikut jawabannya:

Apakah ini berarti mereka akan menjadi seorang penjudi ulung?

Tidak. Sebenarnya kita telah menyelesaikan masalah perjudian. Ketika seseorang tidak mengetahui kartu apa yang ada, ia hanya menebak. Tergantung dari keberuntungan apakah ia menang atau kalah. Namun jika seseorang mengetahui dengan pasti kartu apa yang ada, itu bukan lagi perjudian. Tidak ada risiko disana.

Jika anda tertawa membaca jawaban tersebut, maka selera humor kita sama. Hartono seolah mencoba mengatakan bahwa jika anak anda memiliki kemampuan otak tengah level lanjutan maka dia akan merajai Las Vegas dan itu bukan Judi karena sang anak mengetahui dengan pasti. Kesimpulan logis lain dari pernyataan tersebut adalah: Mari kita aktifkan otak tengah anak kita, melatihnya hingga level dua, lalu membawanya ke Macau. Tidak usah takut dosa karena itu bukan judi.

Menakjubkan.

  1. Kontradiksi fungsi ‘Membaca dengan mata tertutup’

Apa sebenarnya fungsi dari Membaca dengan mata tertutup? Susah dijawab karena ada banyak sekali jawaban berbeda dan sulit diterima nalar. Di satu sisi membaca dengan mata tertutup dianggap sebagai metode (Blindreading Method) mengindikasikan pentingnya hal tersebut. Disisi lain ketika dikritisi, membaca dengan mata tertutup disebut sebagai bonus semata. Dalam buku “Dahsyatnya otak tengah” kebingungan tersebut justru diperumit:

Mengapa ada sesi untuk menutup mata? Kita kan punya mata untuk melihat?

Tujuannya bukanlah melihat dengan mata tertutup. Melihat dengan mata tertutup hanya merupakan bukti bahwa otak telah kita telah diaktifkan.

Membaca hal tersebut tentu muncul pertanyaan lain di benak kita. Berarti jika setelah aktivasi saya tidak bisa membaca dengan mata tertutup, otak tengah saya belum aktif? Pertanyaan tersebut ternyata dijawab sebagai berikut:

Jika anak saya tidak dapat melihat dengan mata tertutup, apakah berarti aktivasi otak tengahnya telah gagal dan tidak ada artinya untuk masa depan?

Tidak. Ada banyak keuntungan setelah otak tengahnya diaktifkan, walaupun anak tersebut tidak dapat melihat dengan mata tertutup.

Artinya, tidak ada indikasi yang jelas ketika ‘otak tengah’ manusia sudah berhasil diaktifkan atau belum.

Kumpulan manfaat aktivasi otak tengah yang (terlalu) luar biasa

Tanpa menjelaskan “aktivasi otak tengah” secara mendetail buku ini menghajar kita dengan klaim klaim seputar manfaatnya yang “dahsyat” sebagai berikut:

  • Otak tengah yang telah diaktivasi dapat memuat keseimbangan hormon dalam tubuh seseorang menjadi lebih baik. (hal 26)

  • Otak tengah yang telah aktif membuat hormon hormon ini menjadi seimbang dan dapat berfungsi dengan harmonis (hal 32)

  • Seseorang bisa menjadi lebih sehat dengan otak tengah yang aktif (33)

  • Seseorang anak yang telah diaktifkan otak tengahnya akan mempunyai kemampuan intuisi yang lebih baik (hal 35)

  • Setelah otak tengah diaktivasi, masalah mental dapat dikurangi sampai minimal atau diminimalisasikan (hal 36)

  • Setelah otak tengah anak diaktifkan, awalnya kecerdasan dariseorang anak akan terangsang untuk berkembang lebih baik (hal 44)

  • Otak tengah yang sudah aktif akan merangsang kemampuan kecerdasan lain yang kurang dominan menjadi mendekati kemampuan yang dominan (hal 50)

  • Prestasi anak di sekolah dapat diperbaiki dengan aktifnya otak tengah (hal 50)

Jika otak tengah dan aktivasinya masih dipertanyakan, bagaimana mungkin manfaatnya dapat dibuktikan sebagai hasil dari aktivasi? Bayangkan jika anda meminum sebuah pil serbaguna lalu migren anda sembuh. Belakangan diketahui bahwa pil tersebut tidak lebih dari sekedar kembang gula. Apakah anda tetap beranggapan pil tersebutlah penyebabnya? Tidak. Tentu ada faktor lain yang menyebabkan hal itu. Dengan informasi yang dapat kita himpun sejauh ini mengenai aktivasi otak tengah, kita bisa menganggap bahwa pernyataan pernyataan tersebut baru berupa klaim sepihak. Dalam buku tersebut bahkan tidak dijelaskan: apa yang dimaksud otak tengah (mesenchepalon) aktif? Apa perbedaan kondisi fisik ketika belum aktif dan sudah aktif, serta bagaimana itu diketahui. Setelah pertanyaan selesai barulah kita perlu meminta pertanggungjawaban dan penjelasan satu per satu mengenai klaim manfaat manfaat tersebut.

Otak tengah sebagai pemancar gelombang dan penerima gelombang

Ini mungkin merupakan klaim terparah dari semua yang ada. Untuk informasi sepenting ini tidak dilandasi sumber yang jelas adalah sungguh sebuah tindakan yang meresahkan mengingat begitu mudahnya sebuah buku secara resmi terbit, menjadi best seller dan dikutip banyak pihak tanpa dasar yang jelas. Belum ditemukan referensi manapun sejauh ini selain dari buku ini yang menyatakan bahwa otak tengah mampu bertindak sebagai pemancar gelombang sekaligus penerimanya:

Karena fungsi otak tengah yang seperti stasiun relai, terjadi konsentrasi yang tinggi dari pancaran gelombang otak. Seperti kita ketahui sinyal informasi mengalir pada neuron dalam bentuk gelombang listrik. Intensitas yang tinggi dari aktivitas gelombang listrik ini dapat menyebabkan otak tengah berfungsi seperti antena pemancar. (hal 21)

Dan berikut paragraf yang mengklaim otak tengah berfunsgi menerima gelombang

Selain sebagai antena pemancar, otak tengah juga dapat berfungsi sebagai antena penerima gelombang otak. Otak tengah yang telah diaktifkan akan terdiri dari konsentrasi yang tinggi dari neuron yang aktif. Tangan dari neuron ini berfungsi sebagai penerima sinyal. (hal 22)

Selain mempertanyakan validitas sumber informasi tersebut (yang sekaligus menjadi landasan bagi semua kegiatan aktivasi otak tengah di Indonesia) tentu akan muncul pertanyaan pertanyaan lain seperti: apa jenis gelombangnya? Berapa panjang gelombangnya? dan pertanyaan tekhnis yang lain. Penjelasan mengenai proses pemancaran gelombang juga tak kalah menggelikan. Kata “stasiun relai” diambil dari definisi “relay station” yang arti lebih tepatnya adalah “stasiun penerus”. Berfungsi sama persis seperti sebuah stasiun bus dimana banyak informasi berkumpul lalu diteruskan ke bagian tubuh yang lain. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana logikanya, sebuah elemen dengan aktifitas trafik yang tinggi tiba tiba berubah jadi pemancar?

Beberapa Pernyataan Aneh Lainnya

Buku ini juga memuat pernyataan pernyataan aneh. Mulai dari mitos yang terbukti salah tentang otak, serta argumen-argumen yang memiliki kesalahan logika.

10% dari otak manusia

Buku ini juga mencantumkan salah satu mitos terkenal seputar otak yang sering digunakan para penjual seminar motivasi utuk produknya:

Einstein diperkirakan mempergunakan 10% dari otaknya. (hal 74)

Pernyataan ini telah terbukti sebagai mitos baik lewat pengujian dengan tekhnologi muktakhir hingga logika logika menyangkut fakta ilmiah yang sudah diakui kebenarannya. Untuk selangkapnya anda bisa membaca mengenai bab tentang mitos 10% otak di bagian lain buku ini.

Ben Underwood diakui sebagai hasil aktivasi otak tengah alami.

Selain presiden Barrack Obama yang diakui sebagai hasil otak tengah pada suatu kesempatan lain, Ben Underwood adalah sosok yang sering disebut sebut oleh para praktisi aktivasi otak tengah.

Ben adalah seorang anak di sacramento yang otak tengahnya telah teraktivasi secara alami. Entah apa yang terjadi pada dirinya, tapi otak tengahnya telah teraktivasi. (hal 139)

Pernyataan tersebut juga terdapat di halaman 91 yang diikuti oleh reverensi video yang merujuk pada Ben Undewood. Ini adalah klaim sepihak mengingat tidak ada keterangan manapaun termasuk di website resmi Ben Underwood yang menyebut dia merupakan hasil otak tengah alami. Keterangan selengkapnya tentang Ben dapat disimak di bab lain buku ini.

Satu juta kali kemampuan memori

Dari semua hal “luar biasa: yang kita bahas diatas ada satu yang paling outstanding di halaman 104.

Menurut peneliti Jepang, memori dapat meningkat satu juta kali setelah aktivasi otak tengah.”

Pernyataan tersebut jelas merupakan (terpaksa dikatakan) kebohongan besar. Simak argumen berikut:

  1. Tidak ditemukan atau disebutkan siapa dan dimana penelitian itu dilakukan di jepang baik yang tertulis dibuku atau apapun di sumber internet yang memberi indikasi pernah ada penelitian tersebut di jepang.

  2. Mengingat Malaysia (GMC international) mengklaim mereka yang mempelopori aktivasi otak tengah dan baru diselenggarakan 5 tahun lalu, kapan jepang menelitinya?

  3. Jika anda bisa mengingat 10 angka dalam 1 menit, berarti dengan aktivasi otak tengah anda bisa mengingat 10000000 angka dalam satu menit? Jika anda mampu mengingat 5 nama orang dalam waktu 1 menit, berarti anda akan mampu mengingat 5000000 nama dalam kecepatan yang sama? Ini menggelikan. Bahkan jika anda mampu mengingat 1000 angka saja dalam waktu 1 menit, anda telah menjadi pemegang rekor dunia.

Meskipun tidak dijelaskan sumber yang mendasari klaim klaim tersebut, buku inijuga ditemuii banyak penjelasan ilmiah mengenai aspek lain menyangkut informasi corpus collosum (hal 15), pengontrolan pendengaran dan penglihatan (hal 17), informasi tentang neuron (19) namun justru hal hal utama yang disampaikan dalam buku ini tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Fungsi otak tengah dan cara kerja blindreading adalah hal pokok yang seharusnya dikupas dalam buku ini justru tidak memiliki sumber ilmiah atau dasar apapun.

Secara Keseluruhan

Secara keseluruhan buku ini didominasi oleh klaim manfaat aktivasi otak tengah serta cerita tentang testimoni pribadi dan orang orang disekitarnya. JIka Bronnikov method (lihat bab 5) mengandalkan anaknya sendiri untuk menjadi model dan bukti keampuhan metodenya (Belakangan dibongkar ketidakmampuan sang anak oleh eso TV dan beberapa program lain) maka Hartono selaku penulis buku ini juga sangat mengandalkan Tof sang anak sebagai bukti dan model kemampuan yang dihasilkan oleh aktivasi otak tengah. Tof mendemonstrasikan kemampuan mengurutkan kartu, berjalan di titian, menembak dengan mata tertutup, dan lain lain. Mungkin eso TV atau TV lokal dapat mendatangi Tof untuk melihat apakah kasus Bronnikov akan terulang sempurna pada Tof dan Hartono. Hal yang paling mencolok dalam buku ini adalah klaim klaim ilmiah yang jauh bertentangan dari ilmu syaraf modern. Mengingat reputasinya, bisa disimpulkan bahwa ini adalah buku yang paling bertanggung jawab atas sebagian besar informasi yang berkembang seputar otak tengah di Indonesia.

2 responses to “Menentang “Dahsyatnya Otak Tengah”

  1. biar semua mata jadi terbuka……sehingga kain penutup mata sudah tidak diperlukan lagi di zaman modern ini….Orang tua yang mengikutkan anaknya Aktivasi Otak Tengah adalah orang tua yang ……….perlu bertobat !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s