Apakah Takhayul benar benar mempengaruhi nasib seseorang?

Black cat

Spoiler alert: Jawabannya iya.

Lihat sekeliling, anda akan temukan bahwa banyak dari kita seringkali memiliki kenyamanan untuk mempercayai sedikit takhayul. Di dunia barat angka 13 dianggap sebagai angka sial, di jepang dan china 4 adalah angka sial, para pemain sepakbola memasuki lapangan dengan kaki kanan, sebagian mencium tiang sebelum pertandingan. Adolf Hitler percaya angka 7 membawa keberuntungan. Petenis terkenal Martina Hingis selalu berusaha menghindari menginjak garis pembatas lapanngan. Bahkan pemenang Nobel Niekls Bohr secara sengaja menaruh Tapal Kuda diatas pintu rumahnya untuk keberuntungan.

Penelitian di Inggris pada tahun 2003 menunjukkan 80% masih seccara rutin menyentuk kayu pohon untuk keberuntungan, 64% menyilangkan jari, 49% menghindari berjalan dibawah tangga. Tidak peduli ilmuwan, politisi, artis, atlet sekalipun sering memiliki kebiasaan kecil semacam ini. Di Indonesia, ada sangat banyak keepercayaan yang beredar di masyarakat. Suku pelaut di sumatra pantang membalik ikan saat makan karena takut kapalnya akan terbalik. Di Jawa pantang makan di depan pintu. Penduduk sekitar laut selatan melarang siapapun bermain di pantai menggunakan baju hijau.

Kepercayaan terhadap takhayul yang dewasa ini diperhalus dengan sebutan kearifan lokal sering kemudian dijustifikasi oleh alasan alasan rasional. Bahwa berjalan dibawah anak tangga berbahaya karena takut tangga tiba tiba roboh, menyentuh kayu pohon menyadarkan orang lebih menghargai lingkuingan, dan sisanya berargumen bahwa ritual kecil seperti itu membawa ketenangan dan sugesti yang baik.

Sayangnya kepercayaan terhadap superstisi juga membahwa banyak hambatan produktifitas yang jika tidak dibendung dengan rasionalitas akan menjadi penyakit obsesif kompulsif. Anda bisa melewatkan banyak kesempatan seperti batal bertemu klien potensial karena itu tanggal 13 hari jumat. Rumah bernomor 13 cenderung dihargai lebih murah karena diperccaya membawa sial.

Anga 13 sendiri dipercaya sebagai angka sial karena konon ada 13 orang dalam The last supper. Banyak rumah sakit di jepang tidak memiliki lantai 4 karena dalam bahasa jepang dan cina pengucapan untuk angka “empat” dan “mati” hampir sama persis. Analisa yang dilakukan Phillips pada catatan kematian di Amerika serikat antara Tahun 1973 hingga 1998 membandingkan ras dan tanggal kematian menunjukkan bahwa etnis asia yang memiliki baground keluarga jepang dan china untuk kematian yang berhubungan dengan jantung (non kecelakaan) adalah 7 persen lebih tinggi terjadi pada hari ke 4 tiap bulannya dimana ini tidak terjadi pada ras kaukasian. Ketika penelitian difokuskan pada kematian akibat jantung kronis angka ini naik signifikan menjadi 13 persen. Di Finlandia Simo Nayha melakukan penelitian serupa terhadap catatan kematian periode 1971 hingga 1997 menemukan bahwa ada 324 kali terjadi tanggal Jumat bertepatan tanggal 13 (Friday the Thirteen) dan 1339 hari jumat biasa. Hasilnya mendukung penelitian pertama. Bahwa pada pria, terjadi kenaikan angka kematian sebesar 5% sementara pada wanita meningkat tajam menjadi 38%. Hasil dari penelitian ini jelas mengindikasikan bahwa bukan tanggal yang menjadi alasan kesialan, namun kepercayaan terhadap kesialan itu sendiri mempengaruhi kesehatan. Takhayul benar benar membunuh orang..

Reference:

– Wilson, Helen Judy; Reill, Peter Hanns. Encylopedia of the Enlightenment. New York: Facts on File Inc. p. 577. ISBN 0-8160-5335-9.

– Frazier, King of the Bean, and the Festival of Fools. Cited in Thompson, Tok. 2002. The thirteenth number: Then, there/ here and now. ‘Studia Mythological Slavica 5, 145–159.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s